SEKILAS INFO
: - Monday, 18-10-2021
  • 2 bulan yang lalu / Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun akademik 2021/2022 Sudah dibuka silahkan melakukan pendaftaran online
Pelantikan Pengurus Komisariat RTIK Tulungagung dan Seminar Nasional Kebangsaan Dalam Rangka Memperingati Milad Ke 35 STAI Muhamadiyah Tulungagung

Tulungagung-Rabu 29 September 2021 Dalam rangka meningkatkan wawasan kebangsaan dan pelantikan Pengurus Komisariat Relawan TIK STAIM Tulungagung. Sekolah Tinggi Agama Islam Muhammadiyah menyelenggarakan seminar dengan tema “Penguatan Nilai-nilai Wawasan Kebangsaan untuk memajukan Indonesia dan mencerahkan Semesta”.

Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Rabu, 29-30 Septemberr 2021, yang bertempat di Hall Hotel Narita Tulungagung. Peserta seminar terdiri dari dosen dan mahasiswa . Dalam kegiatan seminar kebangsaan ini, STAI Muhammadiyah Tulungagung menghadirkan beberapa narasumber, yaitu 1. Dr. H. Nur Kholis, M.Pd (Dosen UIN SATU Tulungagung) 2. Dr. Sufyanto, S.Ag. M.Si ( Dosen Universitas Muhammadiyah Sidoarjo) 3.Trigus Dedik Susilo, S.Pd.I (Praktisi Literasi Digital) (Refleksi Kebangsaan AMM melalui literasi Digital di Era Disrupsi) 4.Faruuq Tri Fauzi, M.Pd.I (Anggota DPRD Komisi II DPRD Kab.Tulungagung).

Pada acara pembukaan, Sambutan Ketua STAI Muhammadiyah Tulunggung Dr.H.Suripto,S.Ag.,M.Pd.I menyampaikan bahwa kegiatan seminar kebangsaan ini bertujuan untuk merespons meredupnya nilai-nilai wawasan kebangsaan dalam hidup masyarakat. Sebab, melihat kini banyak terjadi stagnasi, disorientasi, dan deviasi dalam penyelenggaraan negara.

Contohnya, masih banyak ketidakharmonisan antarumat beragama di Tanah Air. Jadi nantinya dengan adanya seminar ini, Muhammadiyah dapat membawa antarumat agama dapat hidup damai, toleransi, dan tidak anarkis.

Suripto menerangkan dengan adanya seminar ini bila agama Islam bukan agama terorisme dan radikal, melainkan damai seperti konsepnya Muhammadiyah.

“Seminar ini menjadi bagian dari tanggung jawab Muhammadiyah dalam moderasi agama Islam. Sebab, Muhammadiyah juga ikut membentuk Indonesia.

Lahirnya pun sebelum negara ini merdeka. Jangan sampai ada kesan Islam itu agama radikal,” terangnya.

Dalam acara ini, Suripto bersama RTIK Jawa Timur (Jatim) melantik Perwakilan RTIK Komisariat STAIM Tulungagung ini. Tentunya dengan dilantiknya RTIK ini dapat membawa literasi digital yang lebih sehat di lingkup STAIM dan sekitarnya.

Dalam Kegiatan ini Juga terjadi penandatanganan Memorandum of Aggrement (MoA) STAIM dengan dua lembaga. Pertama, dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Tulungagung tentang moderasi keagamaan melalui jalur pendidikan. Kedua, dengan Balai Pengembang Sumber Daya Manusia dan Penelitian Komunikasi dan Informatika (BPSDMP Kominfo).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan masuk untuk bisa menulis komentar.

advertisement