Workshop Kurikulum Terintegrasi

Diposting pada: 2016-01-25, oleh : staim, Kategori: Kegiatan STAIM

Workshop KBK PT yang diselenggarakan pada akhir 2014 yang lalu diikuti oleh hampir 50 orang dosen, Ketua, PK, kajur, seluruh Kaprodi dan Sekprodi. Dalam sambutan pembukaannya, Nurul Amin, M.Ag (Ketua STAI Muhammadiyah Tulungagung) mengatakan workshop ini merupakan langkah untuk me-review seluruh kurikulum program Studi sehingga sesuai dengan Visi STAI Muhammdiyah Tulungagung dan sejalan dengan amanat Kemendikbud no 49 tahun 2014, tentang Standard Nasional Perguruan Tinggi, dan undang-undang perguruan tinggi tahun 2012.

Hasil dari workshop ini selanjutnya akan ditindak lanjuti oleh tim kecil yang bertugas menyiapkan bahan-bahan untuk pengembangan KBT PT yang akan dibahas dalam beberapa seri workshop. Workshop yang dipandu oleh Dr. H. Nur Kholis, M.Pd menampilkan Drs. Sumardji, M.M sebagai narasumber utama. Dalam penjelasannya, Drs. Sumardji, M.M mengatakan, "STAIM Tulungagung sebagai PTAIS tertua di Kab. Tulungagung harus mampu mengintegrasikan kurikulum yang dibutuhkan saat ini, ada kesesuaian, keseimbangan dan keserasian sebagaimana yang pernah terjadi pada abad pertengahan Islam." "Pada saat itu, tidak ada dikotomi antara sains dan agama, seluruh peristiwa dalam dunia ilmu tidak terjadi secara mandiri, tetapi terkait satu sama lain atau multidimensional,"

Sumardji menambahkan. Di akhir penjelasannya, beliau mendorong semua peserta harus berani melepaskan diri dari seluruh belenggu yang menjadi penghalang dalam berekspresi berkreasi. Pada sesi tanya jawab, seluruh peserta antusias untuk menanyakan hal-hal yang belum jelas, dan memberikan usulan kontruktif dalam pengembangan KBK PT. Afiful Ikhwan umpamanya, Dosen tetap Prodi PAI yang sebentar lagi merampungkan Studi S3 Doktornya ini menambahkan perlu mempertimbangkan kembali distribusi kompetensi antara semester, dan urutan matakuliahnya juga, jangan sampai terjadi mata kuliah yang seharusnya disampaikan pada semester 3, tetapi dimunculkan pada semester 5.

Pada sesi kedua, Drs. Sumardji, M.M menjelaskan masalah-masalah teknis dalam penyusunan KBK PT, yang meliputi antara lain penentuan profil lulusan, penyusunan capaian pembelajaran dan bahan kajian, penetapan jumlah mata kuliah dan SKS-nya, dan struktur kurikulum. Pada pembahasan ini juga terjadi perdebatan sengit dalam penentuan jumlah sks, terutama untuk mata kuliah yang diasumsikan sebagai penciri perguruan tinggi. Hasan Sultoni, M.Sy kaprodi Ek.Syari'ah yang didukung oleh Drs. H. Ahmadireja, M.Si berharap agar distribusi SKS untuk kompetensi penciri PTAIS memakan kuota SKS yang besar, sehingga Prodi memiliki ruang lebih besar untuk menetapkan kompetensi khusus Prodi.

Pada akhir workshop, peserta diminta untuk menetapkan anggota tim kecil yang bertugas membuat draft KBK PT untuk masing-masing Prodi, demikian pesan dari D.H.Nur Kholis, M.Pd & Drs. Sumardji, M.M dalam menutup workshop kuurikulum terintegrasi tersebut. -AF-


Print BeritaPrint PDFPDF

Berita Lainnya

Silahkan manfaatkan aplikasi ini dan berikan komentar dengan baik dan mendidik!



Tinggalkan Komentar Anda


Nama*
Email* Tidak akan diterbitkan
Url  Ketik tanpa http:// exp:pendidikanonline.com
Komentar*
security image
 Masukkan kode diatas
 

Ada 0 komentar untuk berita ini


© 2017 STAI MUHAMMADIYAH TULUNGAGUNG. Powered by Formulasi Free Opensource CMS | Hosting Sekolah
viewporntube indobokep classicrentcar borneowebhosting informasiku classicborneorentcar bokep indonesia